Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani dekrit yang meningkatkan hukuman bagi mereka yang berusaha melarikan diri dari panggilan wajib militer.
- Jelang Pelantikan Andra Soni-Dimyati Natakusumah, Pj Gubernur Banten Mendadak Mutasi Kepala OPD
- BMKG Warning Warga Banten, Peringatan Cuaca Buruk di Lima Daerah
- Viral Video Mesum Selebgram Cantik Bersama Pegawai BUMN, Durasi 1 Menit 34 Detik
Baca Juga
Dekrit yang ditandatangani pada Sabtu (24/9) itu meningkatkan hukuman mereka yang kabur wajib militer dari 5 tahun menjadi 10 tahun. Aturan ini berlaku selama pengerahan mobilisasi cadangan dilakukan.
Berdasarkan dekrit itu juga disebutkan tentara yang menyerah secara sukarela pada musuh dapat menghadapi 10 tahun penjara. Sementara mereka yang menjarah selama masa perang bisa dihukum 15 tahun.
Dimuat Anadolu Agency, Putin juga menandatangani dekrit lain yang mengizinkan warga asing bertugas di militer Rusia untuk mengajukan kewarganegaraan tanpa izin tinggal.
Aturan ini akan berlaku untuk orang asing yang telah menandatangani kontrak dengan angkatan bersenjata Rusia untuk jangka waktu setidaknya satu tahun.
Pekan lalu, majelis rendah parlemen Rusia dan Dewan Federasi menyetujui dekrit tersebut.
Pada Rabu (21/9), Rusia mengumumkan mobilisasi 300 ribu pria berusia 18-50 tahun untuk perang di Ukraina, yang baru-baru ini mengalami serangkaian kemunduran.