Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten mengajukan surat penutupan pabrik minuman keras (miras) milik PT. Balaraja Barat Indah (BBI) di kawasan Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten ke pemerintah pusat.
- Nasib Honorer Tak Lolos Seleksi PPPK 2024, Ini Skenario Pemkot Serang
- Ucok Abdulrauf Damenta Tetapkan UMK Banten 2025, Jadi Sebegini Besarannya
- UMK Tangsel 2025, Kata Wakil Wali Kota Naik Menjadi...
Baca Juga
Hal tersebut diungkapkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah seusai menerima audiensi para alim ulama yang membahas terkait permintaan penutupan pabrik miras di Pendopo Bupati Serang, Senin (9/9/2024).
Tanpa tedeng aling-aling, Ratu Tatu Chasanah menyebutkan pengajuan surat penutupan pabrik minuman keras akan ditujukan ke Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Menurut Ratu Tatu Chasanah, rekomendasi surat penutupan pabrik miras berdasarkan aspirasi masyarakat Banten khususnya Kabupaten Serang.
Pasalnya, selain meresahkan, pabrik miras ini juga tidak sesuai dengan kultur yang termasuk wilayah "seribu kyai sejuta santri".
"Pabrik miras di kawasan modern Cikande izinnya dari pemerintah pusat, tetapi ada beberapa yang memang dikeluarkan dari Pemda," kata Ratu Tatu Chasanah.
Meski begitu, Ratu Tatu Chasanah memastikan izin berdirinya pabrik miras dari Pemerintah Pusat tentunya Pemda Kabupaten Serang tidak bisa serta merta menutup pabrik di Kawasan Modern Cikande tersebut.
"Pemda Kabupaten Serang ini tidak punya kewenangan untuk menutup pabrik miras," jelas Ratu Tatu Chasanah.
Namun, berdasarkan hasil diskusi bersama para alim ulama, bahwa adanya bukti pelanggaran yang dilakukan PT BBI salah satunya izin edar serta bukti-bukti bahwa produk ini beredar di Kabupaten Serang.
"Ini berarti melanggar izin edarnya. Kami akan membuat surat pengajuan penutupan ini berdasarkan dua hal ini ke pusat," ungkap Ratu Tatu Chasanah.
"Pemkab Serang tentunya akan dikawal oleh para alim ulama. Minggu ini menyelesaikan surat yang akan di ajukan ke kementerian," sambungnya.
Untuk melengkapi surat tuntutan penutupan pabrik miras tersebut, pihaknya akan membentuk tim kecil yang meliputi para alim ulama, Kepolisian, Pemkab Serang, dan Pemprov Banten.
"Tim ini akan bekerja lebih cepat karena yang mempunyai bukti-bukti yang beredar dari para alim ulama sebagai dasar mengajukan surat ke Kementerian," bebernya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kabupaten Serang KH Enting Abdul Karim mengapresiasi langka Pemkab Serang yang sudah membentuk tim sebagai upaya untuk menutup pabrik miras dari berbagai unsur.
"Kami sangat apresiasi dan berterima kasih kepada Bupati Serang. Mohon doa warga Kabupaten Serang agar tim kecil ini dalam berjuang berhasil, karena bukti sudah ada semua," kata KH Enting Abdul Karim. (ant)